Hati Hati, Hacker Bisa Memanfaatkan Gelombang Otak Untuk Mencuri Password PIN Kamu

MejaPraktek.com | Kamu mungkin berpikir judul diatas sesuatu hal yang tidak masuk akal, namun kamu belum tahu kalau saat ini sudah tersedia perangkat yang mampu mendukung untuk "membaca" gelombang dalam otak kita, seperti contohnya headphone atau headset, dengan mendengarkan musik melalui headphone kamu bisa mengungkapkan diri kamu bisa menjadi senang, sedih, terhibur dan lain lain. Ada sebuah penelitian, secara terperinci, yang menunjukkan bahwa sesuatu hal yang mungkin untuk menggunakan headphone dengan pembaca EEG, untuk "membaca" dan mencuri password melalui otak. Bisa jadi merupakan bentuk lain dari pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang memanfaatkan perangkat teknologi yang sudah diciptakan saat ini.

Ini berarti bahwa dalam pikiran kita tidak selalu bisa dipercaya. Cari tahu bagaimana semua kemungkinan ini bisa terjadi.

Gelombang celebratory bisa memberi tahu password kita


Periset di University of Alabama (AS) mengemukakan bahwa headphone yang dilengkapi dengan sensor gelombang otak, juga dikenal sebagai headphone EEG atau Electro Encephalo Graphic, sudah ada di pasaran, perlu memberi konsumen lebih banyak keselamatan. Ini karena, melalui teknologi ini, hacker bisa "menebak" password pengguna yang mengamati gelombang otak mereka.

Ada beberapa perangkat ini yang dijual untuk berbagai keperluan, namun yang paling umum digunakan oleh pengguna yang mengendalikan robot dan mainan lainnya di bidang robotika. Bahkan ada headphone untuk gamer yang khusus dikembangkan untuk game tertentu yang menggunakan teknologi EEG. Tapi ada juga pasar rumahan, dimana musik dan kasual memiliki peralatan yang memiliki "pembaca" EEG yang sudah terpasang di headset.

Bagaimana otak bisa sampai mengakses sebuah password?

Peneliti Nitesh Saxena dan Ajaya Neupane telah menemukan bahwa seseorang yang menggunakan earpiece EEG yang didedikasikan untuk permainan, saat dia berhenti dan pergi ke bank online-nya, bahkan dengan headphone-nya, perangkat lunak tersebut dapat mendeteksi kata kunci yang dia gunakan Dalam mengakses rekening perbankannya atau layanan perbankan lainnya.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menggunakan handset EEG yang saat ini tersedia bagi konsumen melalui pembelian online dan handset lain yang digunakan dalam penelitian ilmiah untuk menunjukkan betapa mudahnya program berbahaya dapat "mendengarkan" gelombang otak pengguna.

Dalam prakteknya apa yang ditangkap adalah gerakan otot tangan, mata, dan kepala. 12 sukarelawan ditempatkan dalam skenario di mana mereka mengetikkan serangkaian PIN dan password yang dibuat secara acak seolah-olah mereka mengakses akun online saat menggunakan mereka menggunakan headphone EEG sehingga perangkat lunak tersebut akan mengamati data pengetikan aktivitas pengguna dan gelombang otak yang sesuai.

"Dalam serangan dunia nyata, seorang hacker dapat memfasilitasi langkah pelatihan yang diperlukan untuk membuat perangkat lunak perusak lebih akurat, mendorong pengguna untuk memasukkan sejumlah nomor yang telah ditetapkan untuk memulai ulang permainan setelah menjedanya, langkah serupa sama dengan bagaimana CAPTCHA digunakan untuk memverifikasi manusia. Pengguna dalam log-in situs tertentu "ujar peneliti Nitesh Saxena .

Dalam penyelidikan ini, tim menemukan bahwa setelah pengguna memasukkan 200 karakter, algoritma dalam program perangkat lunak dapat membuat asumsi yang baik hanya dengan melihat data EEG yang terekam.

Algoritma ini mampu mempersingkat peluang hacker untuk menebak PIN numerik empat digit dari yang di 10.000 menjadi satu di 20, dan kesempatan untuk menebak password enam huruf dari kira-kira satu di 500.000 menjadi kira-kira satu di 500.

Teknologi ini menjadi semakin maju, karena jenis sumber daya ini pada dasarnya ditujukan untuk menghubungkan manusia dengan apa yang disebut IoT dan EEG dapat dikombinasikan dengan antarmuka otak dan komputer untuk memungkinkan seseorang mengendalikan perangkat eksternal.

Dengan cara ini, teknologi yang pada dasarnya digunakan untuk penelitian ilmiah dan medis untuk membantu pasien tertentu  mampu untuk mengendalikan kaki palsu, berpikir tentang gerakan saat ini jauh lebih berkembang. Namun, komersialisasi telah mencapai banyak tingkatan, mulai dari area game hingga robotika dan bahkan sudah pada tingkat pemanfaatan secara umum oleh masyarakat kelas atas contohnya perangkat konvensional sederhana untuk memantau tidur kita.

"Dengan semakin populernya headphone EEG dan beragam skenario yang dapat digunakan, penting untuk menganalisis potensi risiko keamanan dan privasi yang terkait dengan teknologi baru ini untuk meningkatkan kesadaran pengguna akan risiko dan mengembangkan solusi yang layak untuk menghasilkan yang buruk. Serangan-dicuri ". Demkian akhir dari apa yang disampaikan oleh peneliti Nitesh Saxena untuk penting terus berhati hati.

Apa solusi yang ditawarkan?

Walaupun mempunyai kelebihan yang luar biasa sesungguhnya mesin ini memiliki kelemahan penting, yang sudah perlu memiliki ukuran proteksi pada tingkat serangan. Solusi yang sarankan oleh peneliti jangan bersuara atau menggunakan suara setiap kali kamu memasukkan kata sandi atau PIN apapun selain itu biasakan untuk tidak menggunakan handset apalagi  handset EEG yang dari penelitian dilakukan mampu melacak keberadaan password atau PIN. 

Inilah realitas yang kita hadapi saat ini dan kenyataannya bahwa pikiran kita mampu dibaca oleh perangkat keras dan lunak  untuk menguraikan isi otak kita dan sudah saatnya kita untuk menjaga keamanan tersebut.
BACA JUGA :Software Kecerdasan Buatan Ini Bisa Prediksi Kapan Saatnya Seseorang Akan Meninggal Dunia

ARTIKEL TERKAIT :

0 Response to "Hati Hati, Hacker Bisa Memanfaatkan Gelombang Otak Untuk Mencuri Password PIN Kamu"

Post a Comment