Anggota Banyak Melanggar Etika, Begini 8 Penyebab Group Whatsapp Bakal Bubar

MejaPraktek.com | Di zaman teknologi digital ini, semua aspek kehidupan dimanjakan dengan kemudahan dan kenyamanan termasuk dalam berkomunikasi. Berbagai macam aplikasi chatting memberikan warna tersendiri bagi kita dalam mengekspresikan perasaan kita selain dengan berbicara baik dengan langsung atau melalui telepon. Whatsapp, salah satu aplikasi chatting yang akhir akhir ini semakin melejit popularitasnya dibandingkan dengan aplikasi chat yang lain tampaknya banyak dimanfaatkan oleh pengguna untuk berkumpul secara online, karena memang Whatsapp mempunyai fitur unggulan dimana penggunanya bisa membuat group dengan hanya menggunakan nomor telepon untuk bergabung.

Pada artikel kali ini Mejapraktek.com akan mengulas lebih dalam tentang mengapa sebuah grup yang dibentuk di whatsapp bisa lama kelamaan bubar. Sangat disayangkan jika sebuah grup whatsapp yang dibentuk mempunyai banyak manfaat baik untuk silaturahmi online maupun saling berbagi informasi, karena anggota banyak yang tidak tahu bagaimana menjaga etika dalam chatting, maka bisa satu persatu mengundurkan diri atau keluar dan left dari keanggotaan. Agar tidak terjadi demikian simak penyebabnya dengan tujuan agar bisa dihindari saat kita melakukan aktifitas chatting :


1. Admin tidak membuat aturan dalam group.

Setelah menambahkan anggota baru kedalam group, Admin punya tugas menyampaikan aturan yang wajib ditaati saat melakukan aktifitas chatting dalam group. Hal ini sangat penting karena saat kita memulai mengetikkan tulisan dalam chat, akan terbaca oleh semua anggota. Jangan meremehkan peraturan karena selain untuk rambu rambu apa yang boleh dan tidak boleh dalam group, kita juga selalu diingatkan oleh aturan tersebut pada suatu saat ketika dalam situasi psikologi yang tidak stabil dan emosinya diluapkan dalam chatting, sehingga dengan rambu rambu anggota group bisa saling mengingatkan dengan aturan bersama tersebut, walaupun semua anggota sudah saling kenal.

2. Menambahkan teman tanpa memberi konfirmasi.

Kamu boleh have fun dengan mengajak banyak teman kamu untuk bergabung dalam group namun harus memberitahu apakah ia bersedia bergabung atau tidak. Tentang urusan nanti ia nyaman atau tidak dengan grup tersebut adalah urusan mereka. Setidaknya dengan memberikan konfirmasi dan gambaran umum dalam group tersebut, ia sudah tahu sendiri manfaat dan resiko jika sudah bergabung.

3. Group tidak punya tujuan jelas

Saya lebih terkesan dengan group group yang membahas tentang hobbi atau profesi dari pada group yang membahas tentang masa lalu seperti saat kita waktu SD, SMP atau SMA . Mengapa ? Sebuah group yang sehat dan selalu eksis jika wall masing masing anggota lebih banyak berisi informasi, tips bermanfaat atau pengalaman pribadi tentang hobbi atau profesi tersebut atau ikatan bathin yang kuat umpama WA group korban TKI luar negeri dan sedikit berisi chatting tentang curhat, keluh kesah, bercanda, melawak, menggurui. Dengan begitu tujuan utama mengapa bergabung dalam group tetap terjaga karena kesamaan nasib, perasaan dan kepentingan. Bahkan jika ada anggota yang mulai keluar jalur,  secara otomatis anggota yang lain akan mengingatkannya. Biasanya grup yang tidak punya tujuan hanya berisi ngrumpi seperti di warkop, lama kelamaan akan tergusur.

4. Tidak saling menjaga perasaan antar anggota

Chatting dalam group sebenarnya tidak jauh berbeda dengan berbicara dan berkumpul ditengah tengah mereka bersama dengan teman atau kelompok yang punya kepentingan sama. Yang membedakan hanyalah platformnya. Walaupun banyak fasilitas simbol atau emoji untuk menuangkan perasaan para anggota, sesungguhnya hanya dengan chatting kita tidak tahu bagaimana keadaan, perasaan, sikap, mimik wajah anggota yang lain. Kamu harus lebih berhati hati untuk menjaga perasaan anggota, walaupun pada kenyataannya kesalahfahaman dan rasa tersinggung dalam chatting group itu sudah biasa dan sering terjadi. Nah, untuk meminimalisir kesalahfahaman tersebut, kamu bisa menata bahasa yang baik, menanggapi chatting orang seperlunya dan jika ingin lebih mendalam mungkin karena satu teman tersebut adalah mantan pacar, atau sahabat dekat yang bisa chat dengan candaan atau ejekan, kamu bisa menggunakan chatting pribadi. 

5. Memaksakan ego pribadi

Menguasai percakapan dalam group juga bisa menjadi penyebab keluarnya para anggota yang lain. Sesungguhnya kalau kita bijak, kita bisa melihat sifat masing masing member dengan cara mengamati tulisan kata demi kata dan gaya bahasa dalam chatting, apakah tergolong orang sombong, penengah, pengalah, apatis, sensitif, type memaksakan kehendaknya sendiri/ego atau tidak. Jika dalam anggota terdapat banyak sifat anggotanya yang ingin egonya sendiri tanpa memperhatikan orang lain maka bersiap siaplah group whatsapp tersebut akan buyar.

5. Tidak menggunakan private chat namun anggota meluapkan emosinya kedalam group.

Cara ini akan sama dengan seakan menanggung masalah satu anggota dan ditimpakan pada seluruh anggota. walaupun dengan perasaan tidak stabil , gunakan private chat untuk meluapkan perasaan atau jika berpotensi konflik yang besar, gunakan perantara satu atau 2 anggota untuk menyelesaikan masalah, Namun tetap diingat jangan sekali kali komunikasinya dilakukan dalam group, tetap gunakan chating pribadi.

6. Posting sara, politik dan kecemburuan sosial

Group dibentuk untuk menyatukan suatu komunitas yang terdiri dari berbagai latar belakang. Jika ada satu atau beberapa  anggota saja yang menyinggung tentang sara, atau pandangan politik tertentu atau menimbulkan kecemburuan antara anggota yang kaya dengan anggota yang miskin, maka hal ini juga akan ditinggalkan oleh anggotanya.

7. Menceritakan privasi/aib seseorang dalam group

Setiap anggota bahkan orang yang tidak tergabung dalam anggota tersebut punya privasi masing masing. Sejelek atau sebaik apapun sifatnya cukup anda yang tahu. Bahkan dalam agamapun tidak diperbolehkan bergunjing / menceritakan aib orang lain . Jika terpaksa ingin menceritakan orang lain alangkah baiknya lakukan secara offline atau jumpa langsung sehingga jika ada masalah akan langsung bisa diselesaikan. Atau mungkin kamu ingin mengungkapkan rasa cinta dengan salah satu anggota group namun kamu ungkapkan dalam group, juga mengganggu privasi orang lain. Berhati hatilah atau grup akan bubar.

8. Memperbesar masalah

Banyak hal hal kecil yang terjadi selama chatting seperti ada anggota yang menyempatkan jualan digroup, ada yang lagi debat, ada yang posting gambar ekstrim (seram, p*rn*, dll), ada yang posting sampai larut malam, dan hal hal masalah kecil lainnya yang mengganggu kenyamanan kamu saat chatting. Jangan langsung diekseksi atau di judge dengan chat balasan yang menyakitkan. Jika ingin mengingatkan awali dengan gunakan bahasa seperti maaf mas !, sorry coy !, maafin bro kalau aku salah namun ......., udahlah say cukup ya dll. Jangan diperkeruh atau ditambah tambahin masalahanya. Jika ada yang menambah dan memperbesar masalah maka group akan tambah kacau dan masing masing akan mengundurkan diri.

Etika chatting sesungguhnya sangat banyak dan beragam sebanyak sifat yang dimiliki oleh pribadi perpribadi masing masing anggota. Bisa jadi admin tidak bisa mengakomodir semua sifat tersebut dalam satu aturan yang jelas, kamulah yang harus lebih menahan diri untuk berkomunikasi melalui tulisan di whatssap ini. Selain itu cara mengatasinya biar grup kamu tetap awet dan langgeng hindari ke 8 poin diatas. Salam chatting sehat.

BACA JUGA : 2 Cara Menghapus Foto Yang Tidak Berguna Di WhatsApp Secara Otomatis
ARTIKEL TERKAIT :

0 Response to "Anggota Banyak Melanggar Etika, Begini 8 Penyebab Group Whatsapp Bakal Bubar"

Posted by Mejapraktek
MEJA PRAKTEK Updated at: 9/28/2017

Posting Komentar