Awas Serangan KRACK: Android Dan Linux Paling Rentan, Microsoft Dan iOS Aman

MejaPraktek.com | Jika saat ini kamu sering menggunakan wifi publik untuk akses internet, saatnya untuk berfikir 2 kali. Mengapa ? Beberapa waktu lalu ditemukan celah keamanan terbuka pada protokol WPA2 yang bisa membahayakan semua perangkat yang terkoneksi WiFi di seluruh dunia. Peretas bisa membobol jaringan WiFi dengan metode key reinstallation attacks (KRACK) yang cukup sederhana. 

Metode KRACK memungkinkan peretas masuk ke jaringan WiFI tanpa mengetahui password. Peretas mencegat lalu-lintas data pada jaringan dan menghimpun semua informasi yang diperlukan untuk membobol jaringan. Jika berhasil, peretas punya kuasa mencuri data penting seperti nomor dan password kartu kredit, isi pesan, email, foto, dan lainnya. Peretas juga dapat menyisipkan ransomware atau malware melalui celah keamanan tersebut.
WPA2 merupakan protokol yang menggantikan WEP pada tahun 2003 karena dianggap sudah tidak lagi aman. Jebolnya protokol WPA2 pertama kali ditemukan oleh ahli keamanan jaringan bernama Mathy Vanhoef. Ia menemukan sebuah celah keamanan pada protokol tersebut dan menyebutnya sebagai KRACK atau Key Reinstallation Attacks.
Vanhoef mengatakan celah keamanan KRACK pada WPA2 memungkinkan hacker masuk ke dalam jaringan WiFi tanpa perlu mengetahui password. Setelah terhubung, hacker bisa melakukan banyak hal mulai dari memantau kegiatan perangkat yang terhubung, hingga mencuri data dan menyebarkan malware.


KRACK bekerja dengan cara memaksa router WiFi untuk menyerah setelah dihantam oleh paket data tertentu secara terus menerus. Menariknya, hantaman paket data tersebut dianggap sebagai upaya pengguna untuk masuk ke dalam jaringan, sehingga tidak membuat sistem keamanan curiga.
Temuan Vanhoef juga mengatakan Android dan Linux merupakan sistem operasi yang paling rentan terhadap serangan ini. Namun bagi pengguna Microsoft ada kabar gembira karena sudah ada rilis tambalan keamanan alias patch terbaru yang diklaim ampuh dari eksploitasi protokol WPA2. Patch tersebut sudah ada sejak 10 Oktober lalu, sebagai bagian dari pembaruan sistem operasi Windows.Pengguna yang telah memperbarui Windows dan mengaktifkan update keamanan secara otomatis terlindungi.Pengguna iOS 11 dan macOS High Sierra pun dikatakan aman. Menurut para peneliti, sistem keamanan pada iOS 11 dan macOS High Sierra cukup kuat dan menyulitkan para pembobol untuk beraksi melalui celah pada protokol WPA2.
Lalu bagaimana cara mengatasi serangan KRACK? Berikut tipsnya :
1. Jangan sembarangan pakai WiFi publik yang ada di tempat umum untuk sementara waktu.
2. Usahakan hanya mengakses situs HTTPS jika terpaksa harus menggunakan jaringan WiFi publik.
3. Jika kamu memiliki router WiFi di rumah, segera patch menggunakan firmware versi paling baru.
4. Jangan lupa untuk selalu melakukan update di sistem operasi perangkat.

 BACA JUGA : Ransomware Android Baru Ini Tidak Hanya Mengenskripsi Tetapi Juga Mengubah Lock PIN
ARTIKEL TERKAIT :

1 Response to "Awas Serangan KRACK: Android Dan Linux Paling Rentan, Microsoft Dan iOS Aman"