Malware Aplikasi, Bentuk Baru Serangan Siber Setiap Tiga Detik Sekali

Malware Aplikasi, Bentuk Baru Serangan Siber Setiap Tiga Detik Sekali

Ads
Mejapraktek.com - Ancaman serangan siber menggunakan aplikasi menyasar ke industri jasa keuangan, infrastruktur layanan publik, kesehatan dan penyedia jasa layanan internet. Studi Palo Alto Network menunjukkan saat ini setiap satu menit rata rata terdapat penyebaran aplikasi perusak (malware) sebanyak 2.021 kali. Setiap 15 menit terjadi penyebaran sebanyak 9.864 kali. Adapun dalam 30 menit terjadi penyebaran hingga 45.457 kali. Studi yang sama menunjukkan infeksi aplikasi perusak baru terjadi setiap 3 detik.

Country manager Palo Alto Network Indonesia Surung Sinamo baru baru ini mengatakan bahwa saat ini masyarakat menggunakan internet untuk berbagai keperluan. penggunaan itu antara lain untuk komunikasi, penunjang aktivitas harian, hingga bertransaksi.


Palo Alto Network adalah perusahaan multinasional dibidang solusi keamanan siber.
Kemudahan dalam penggunaan internet itu dikerjakan melalu perangkat bergerak, seperti smartphone. Agar tetap relevan dengan pergerakan perilaku itu, keempat sektor industri bertransformasi. Disektor jasa keuangan misalnya perbankan mengembangkan aplikasi untuk memudahkan transaksi baik bagi segmen konsumer ritel maupun bagi perusahaan.

Ketika digitalisasi berkembang pesat, ancaman serangan siber juga meningkat. Jika sebelumnya serangan banyak mengenai infrastruktur jaringan, kini serangan menerpa hingga ke aplikasi.

Surung mengatakan salah satu motif serangan siber menggunakan aplikasi perusak adalah ekonomi. Oleh karena itu, industri jasa keuangan ada diperingkat atas target serangan. Kemudian infrastruktur layanan publlik, kesehatan dan jasa internet.

Serangan dilancarkan secara sistematik dan menyeluruh kesistem didalam perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan solusi keamanan yang terintegrasi dari infrastruktur jaringan pusat data hingga aplikasi.

Senior Vice President Network data Center Group Strategic Information Technology di PT Bank Central Asia Tbk Liliy Wongso menyebutkan saat ini transaksi elektronik melalui perangkat bergerak tumbuh 20%. Angka ini melampaui pertumbuhan transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri. Untuk menangkal ancaman serangan siber, pihaknya akan menerapkan solusi firewall baru di sistem digital keamanan internet.

Baca juga:

loading...
September 26, 2018
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments