Begini  Bentuk Pemblokiran Jika Kartu SIM Tidak Juga Di Registrasi Sampai Tanggal 28 Februari 2018

Begini Bentuk Pemblokiran Jika Kartu SIM Tidak Juga Di Registrasi Sampai Tanggal 28 Februari 2018

Ads
MejaPraktek.com | Tanggal 31 Oktober kemarin pemerintah mengumumkan keharusan pengguna kartu seluler untuk mendaftarkan atau meregistrasi kartu SIM menggunakan Nomor Induk Kependudukan atau NIK. Registrasi pelanggan lama atau registrasi ulang nomor lama diberi tenggat waktu hingga 28 Februari 2018. Lalu bagaimana jika sampai dengan batas waktu tanggal 28 Februari tidak juga di registrasi ? Begini penjelasannya :

Sebagaimana diketahui, pelanggan seluler yang tidak meregistrasi kartu SIM prabayar sampai 28 Februari 2018 akan diblokir nomornya. Pemblokiran ini akan dilakukan secara bertahap selama dua bulan, yakni hingga 28 April 2018.


Pada tahap awal, jika hingga 28 Februari 2018 pelanggan belum melakukan registrasi, pemerintah masih memberikan masa tenggang selama 30 hari.

Selama masa tenggang itu, apabila pelanggan belum juga melakukan pendaftaran, pertama-tama pemerintah akan memblokir layanan panggilan keluar (outgoing call) dan SMS.

Setelah itu, apabila 15 hari setelahnya pelanggan juga masih belum mendaftar, layanan kedua yang akan diblokir adalah panggilan masuk (incoming call) dan SMS. Nantinya, hanya paket internet yang akan aktif selama 15 hari.

Registrasi bisa dilakukan melalui SMS, online dan melalui gerai operator masing-masing. Di dalam proses registrasi, pelanggan dan/atau calon pelanggan kartu prabayar untuk semua operator hanya perlu mengirimkan SMS ke 4444 dengan format tertentu yang berisi data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga yang sah.

Pertanggal 9 Februari 2018 Pengguna Kartu SIM Yang Sudah Registrasi Mencapai 200 Juta


Berdasarkan data yang masuk sampai tanggal 9 Februari 2018 jumlah yang telah teregistrasi dan tervalidasi sejumlah 200.222.159 nomor”, kata Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI), Ahmad Ramli, dalam keterangan tertulis Kominfo, Jumat (9/2/2018).

Capaian jumlah nomor teregistrasi kartu prabayar seluler ini melebihi target yang diharapkan Kominfo. Menurut Ramli, Kominfo menargetkan sebanyak 200 juta pelanggan kartu seluler prabayar meregistrasi ulang nomornya hingga 28 Februari
.Kominfo menjamin keamanan data pelanggan akan terus ditingkatkan seiring dengan pencapaian jumlah kartu yang teregistrasi. Sebagaimana diketahui operator seluler harus menerapkan standar keamanan data dengan ISO 27001.

Registrasi ulang ini diharapkan mampu meminimalisasi penyalahgunaan nomor yang tujuannya digunakan untuk perbuatan kriminal maupun sekadar iseng.

“Dengan keberhasilan program registrasi nomor prabayar ini, maka Kementerian Kominfo akan semakin memperkuat pengendalian penyalahgunaan nomor pelanggan yang tentu kami akan bekerja sama dengan kepolisian dalam pengendalian dan penanganannya” tegas Ramli.

Baca juga:

loading...
February 09, 2018
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments