Tips Aman Dari Polri Dalam Menjaga Smartphone Dari Serangan Hacker Atau Cybercrime

Tips Aman Dari Polri Dalam Menjaga Smartphone Dari Serangan Hacker Atau Cybercrime

Advertisement
MejaPraktek.com | Smartphone saat ini merupakan satu satunya alat yang bisa membantu memahami segala kebutuhan komunikasi, informasi, transaksi, hiburan dan segudang manfaat lainnya dalam aktifitas sehari hari, sehingga tak ayal sampai dengan bulan Januari 2018 terhitung pengakses internet di Indonesia 72% adalah paling banyak melalui perangkat Smartphone. Berdasarkan hitungan laman statcounter, ada peningkatan lonjakan penggunaan perangkat smartphone untuk akses internet di Indonesia sebesar 5% dibandingkan dengan Januari 2017. Tentu dari lonjakan ini berdampak juga pada semakin banyaknya pengguna yang melakukan transaksi keuangan melalui smartphone. Padahal smartphone jauh lebih gampang jadi korban cybercrime oleh hacker. Hal ini disampaikan oleh AKBP Muhammad Nuh Al Azhar pada pelatihan Hukumonline bertema “Memahami Cyber Law, Cyber Crime, dan Digital Forensic Dalam Sistem Hukum Indonesia di Hotel Aryaduta, Jakarta Rabu 7 Maret 2018.

Nuh mengingatkan juga bahwa masih rendahnya kewaspadaan para pemilik smartphone di Indonesia dalam mengantisipasi ancaman cybercrime . Di era ketika fintech berkembang dan gampang dilakukan hacking melalui smartphone, berbagai macam informasi penting disimpan dan dipertukarkan melalui smartphone seperti beragam password akun personal, PIN rekening perbankan, saham, atau bahkan kartu kredit. Sebagai contoh, jika berdasarkan data yang dimilikinya, tak kurang dari 28 juta orang di Indonesia melakukan transaksi e-commerce, maka nilai transaksi perdagangan secara elektronik (e-commerce) dalam bidang komoditas consumer goods saja Indonesia per Januari 2018 sudah mencapai $7 triliun. Sehingga disini harus disadari bahwa pada saat yang sama, cybercrime juga ikut mengintai mencari keuntungan dari transaksi perdagangan tersebut.

Lebih lanjut ada sejumlah alasan mengapa para hacker lebih memilih gadget smartphone dibanding laptop dalam menjalankan aksinya diantaranya :
  • Pertama, kebiasaan mengaktifkan smartphone selama 24 jam sadar atau tidak bisa mengakibatkan kemungkinan lebih besar dan lebih mudah terkena hacking, jika dibandingkan dengan kebiasaan mematikan laptop setelah tidak dipakai.Untuk bisa dikendalikan, butuh perangkatnya hidup. Hanya sedikit orang matikan ponsel saat tidur, karena hidup 24 jam jadi mudah buat hacker,” kata polisi yang juga Ketua dari Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI). 
  • Kedua, smartphone yang dalam keadaan aktif selama 24 jam tersebut juga lazimnya dalam keadaan tersambung dengan internet. “Selain itu juga terkoneksi internet 24 jam. Hacker butuh koneksi internet agar bisa akses target, hidup 24 jam, koneksi internet 24 jam, perfect!” tukasnya. 


Ada sejumlah tips aman dari Polisi dalam menjaga smartphone dari serangan hacker atau cybercrime :

  1. Lengkapi smartphone dengan antivirus. Walaupun antivirus gratisan jika sering diupdate akan mempu memproteksi smartphone secara maksimal daripada yang tidak terinstal antivirus di smartphone sama sekali.
  2. Hati-hati dalam menginstal aplikasi apapun ke smartphone. “Biasanya trojan itu disisipkan di aplikasi yang disenangi banyak orang, misalnya aplikasi editor foto,” tutur Nuh. Kehati-hatian ini, misalnya, dengan membaca ulasan para pengunduh aplikasi tersebut sebelumnya. Jangan terkecoh penilaian ‘bintang 4’ yang dimiliki aplikasi tersebut. Menurut Nuh, penilaian keseluruhan bisa direkayasa para hacker dengan ulasan palsu yang mereka buat sendiri. Nuh menyarankan membaca ulasan negatif atau keluhan dari pengunduh aplikasi tersebut sebelumnya.“Lihat komentar orang yang jengkel, yang bintang satu karena kecewa, kalau ada maka hentikan dulu install-nya, yang rentan memang aplikasi editor foto,” tambah Nuh.
  3. Perhatikan daya tahan baterai . Jika biasanya baterai bisa bertahan lebih lama, namun tiba-tiba baterai cepat habis, sangat mungkin smartphone sudah terinfeksi salah satu virus kiriman hacker. “Sangat mungkin yang menguras baterai itu malware yang ditanam, karena butuh terus berkomunikasi dengan hackernya dan butuh energi lebih besar,” lanjutnya.
  4. Sering sering cek pulsa internet . Jika pulsa habis tanpa suatu sebab atau lebih cepat habis dalam keadaan normal, hal ini juga menjadi indikasi ada malware yang sedang bekerja aktif dan menghabiskan pulsa internet lebih banyak.

Keempat tips tersebut diatas belum pasti menjamin keamanan dari serangan cybercrime. namun yang paling penting adalah tetap waspada terhadap cybercrime yang mengintai isi smartphone anda “No crime is perfect, karena yang melakukan tetap saja manusia, tidak ada manusia yang sempurna, segera laporkan ke Kepolisian saat anda merasa sedang menjadi korban cybercrime,” pungkas Nuh.

Sumber : hukumonline.com

Baca juga:

Advertisement
March 10, 2018
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments