Cara Memotret Di Tempat Yang Minim Cahaya Dengan Hasil Maksimal

Cara Memotret Di Tempat Yang Minim Cahaya Dengan Hasil Maksimal

Advertisement

MejaPraktek.com | Low light atau tempat yang pencahayaanya kurang karena malam hari, cuaca mendung atau lampu penerangan yang redup membuat hasil jepretan menjadi gelap, samar, berbintik bintik dan menghitam. Dengan keadaan seperti ini mustahil kamu akan menghasilkan foto yang bagus. Namun semakin berkembangnya kualitas kamera yang saat ini hampir setara dengan kualitas kamera digital, kamu tidak akan dibuat pusing lagi dalam pengaturan pencahayaan. Berbagai teknologi masa kini telah diterapkan pada mode pada kamera layaknya kamera digital seperti macro, low light, hingga efek membuat bokeh. Bahkan saat ini kamera dengan Kamera berbasis AI  (kecerdasan buatan) telah diluncurkan pada smartphone type terbaru seperti  Samsung Galaxy S8, Google Pixel, seri Huawei Mate, atau iPhone X, Xiaomi Note 5, LG G7 ThinQ dan banyak banyak flagship keluaran terbaru lainnya.

Dengan teknologi ini, perbandingan antara foto yang dihasilkan dengan kamera smartphone dan kamera digital akan tampak mirip ketika dipotret siang hari. Sebaliknya, jika dipotret malam hari akan terlihat perbedaanya. Hanya sedikit pabrikan ponsel yang bisa menghasilkan foto yang baik di kondisi minim cahaya.

Cara Memotret Di Tempat Yang Minim Cahaya Dengan Hasil Maksimal

Sebenarnya, ada cara yang bisa dilakukan agar memotret di kondisi low light bisa terlihat apik. berikut tipsnya :

Cara paling mudah adalah dengan memanfaatkan sumber cahaya di lingkungan sekitar. Misalnya, lampu penerangan di pinggir jalan, lampu toko, sorot lampu mobil dan lainnya. Lebih banyak cahaya yang bisa ditangkap oleh sensor kamera, maka noise (bintik-bintik) pada foto akan semakin menghilang

Kamu juga bisa melakukan pengeditan dengan aplikasi dan menambahkan efek filter untuk mengurangi efek noise dengan mempertimbangkan kemampuan kamera pada smartphone kamu sendiri.

Sebagian besar vendor kini telah menambahkan fitur pengaturan pada kamera. Seperti untuk mendapatkan cahaya yang lebih banyak, bisa dengan memaksimalkan nilai ISO. Semakin tinggi nilainya semakin banyak cahaya yang diserap ke dalam sensor. Sehingga, semakin tinggi nilai ISO, noise pada foto akan semakin jelas.

Selain itu kamu juga bisa memanfaatkan fitur white balance untuk memberikan kesan tertentu pada foto. White balance yang diatur pada cloudy untuk menghasilkan nuansa kekuningan ala sunset dan sunrise, atau flourescent yang membuat foto terlihat kebiruan. Dalam kondisi tertentu, kamu juga bisa memanfaatkan flash pada kamera untuk menerangi objek yang akan difoto. 

Kemampuan kamera smartphone dalam menangani kondisi low light sebenarnya bergantung pada sensor dan bukaan diafragma. Semakin bagus atau besar sensor yang digunakan maka sensitivitas terhadap cahayanya lebih tinggi. Kemudian jika smartphone memiliki bukaan diafragma besar maka cahaya yang masuk ke dalam sensor semakin banyak.

Besarnya bukaan diafragma pada lensa kamera dinyatakan dalam f/(...), seperti f/2.8, f/2.2, f/2.0, f/1.8, f/1.7, f/1.5. Semakin kecil nilai f/ maka semakin besar bukaan diafragmanya.

Baca juga:

Advertisement
May 25, 2018
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments