Serunya Menjadi Guru Di Era Digital

Serunya Menjadi Guru Di Era Digital

Ads
Yakin kamu gak pernah punya pengalaman di era digital ? Saya gak yakin nih. Coba contoh sederhana saat ini kamu lagi santai duduk di kursi sambil nonton TV, ada digital tool dan digital teknologi yang lagi kamu nikmati. Ada siaran TV digital yang lagi kamu tonton dengan menggunakan  tombol digital . Itu salah satu contoh bahwa setiap detik selam 24 jam kita selalu berinteraksi dengan dunia digital. Nah, dari contoh diatas, saya yakin kamu pasti punya cerita sendiri serunya hidup di era digital.

Jika dihubungkan dengan definisinya, menurut kamus bahasa Indonesia “digital” berarti berhubungan dengan angka angka untuk sistem perhitungan tertentu. Sedangkan wikipedia mendefinisikan sebagai sebagai era globalisasi. Berarti menurut saya memahami era digital secara harfiah merupakan zaman atau saat dimana semua sistem peralatan yang diterapkan menggunakan display angka/huruf digital. Namun secara luas merupakan gambaran saat ini dimana kemajuan teknologi yang merambah ke seluruh aspek kehidupan manusia dengan segala kemudahan dan kecanggihannya. Berbagai gambaran inilah muncul istilah yang menyertainya seperti era millenium/ millenial atau yang saat ini lagi ngtren  seperti  jaman now. Bahkan kemudahan dan kecanggihan era digital menjadikan setiap individu saling terhubung baik dimanapun dan kapanpun bahkan berkomunikasi tanpa batas secara real time dengan memanfaatkan internet dan kecanggihan teknologi terbaru lainnya.


Nah, pada tulisan kali ini, saya akan berbagi pengalaman di era digital ini bersama Domainesia terutama yang berhubungan dengan profesi saya sebagai guru . Saya akan berbagi dalam dua segmen tulisan yaitu pengalaman sebagai guru dan sebagai blogger. Penasaran ? Ikuti selengkapnya cerita saya.

Jika kamu bertanya apasih hebatnya era digital ini bagi seorang guru ? jawabnya  memang itulah tujuan yang akan dicapai dalam dunia pendidikan, melek teknologi dan nggak gaptek. Bahkan pendidikan diharapkan bisa menjadi motor penggerak bagi perkembangan teknologi melalui berbagai program pendidikan seperti digitalisasi sekolah, internet sekolah, laboratorium multimedia dan lain lain. 

Bagi saya era digital akan sangat membantu dan mempermudah kebutuhan kegiatan pembelajaran. Memahami sebuah materi pembelajaran saat ini sangat diuntungkan oleh sistem pembelajaran berbasis teknologi. Setidaknya ada 2 hal yang sangat membantu saya dalam kegiatan pembelajaran dari sisi ini :

1. Mencari sumber belajar relevan


Mungkin Bapak/Ibu guru yang masih mengalami mengajar pada kurikulum CBSA atau kurukulum 1994 masih ingat bahwa Buku Paket dan Guru hanya bisa menjadi sumber belajar bagi siswa. Sumber belajar yang sangat terbatas inilah membuat output/ hasilnya juga terbatas. Namun setelah berkembangnya internet, kemajuan dunia pendidikan sangat luar biasa. Bagi saya sendiri melalui internet saya bisa mempersiapkan materi belajar berbentuk audio visual yang berhubungan dengan pokok bahasan. Sebagai guru bahasa Inggris saya sangat membutuhkan berbagai materi visual untuk mempersiapkan peserta didik membangun situasi riil berbahasa inggris. Tidak itu saja kemudahan mencari informasi yang sesuai dengan pokok bahasan hanya dalam hitungan detik. Jutaan situs internet yang menyediakan informasi relevan bisa diakses melalui mesin pencarian, tinggal pilih mana yang terbaik. Bahkan saya sendiri telah memanfaatkan blog sebagai sarana untuk menyiapkan materi pembelajaran sebagai sumber belajar yang bisa diakses oleh siswa kapanpun dan dimanapun ia ingin belajar. Yang membuat lebih gairah dalam mempersiapkannya ternyata cara membuat blog bisa diciptakan hanya dalam hitungan menit baik di platform blogger maupun wordpress.

Kurikulum 2013 memberikan ruang selebar lebarnya bagi kreatifitas guru maupun siswa terutama dalam menggunakan kemajuan teknologi digital. Sehingga selain sumber belajar yang didapat dari guru, siswa juga secara mandiri bisa mengakses internet untuk membangun ide, kreasi dan gagasan sendiri dari pertanyaan pertanyaan yang tidak terjawab oleh sumber belajar dari guru. Disinilah pentingnya peran guru yang tidak lagi menjadi satu satunya sumber belajar. Sehingga fungsi guru saat ini bermetamorfosa menjadi pengarah, motivator bahkan menjadi inspirator dalam kelas. Kesiapan ini juga yang harus saya lakukan sebagai kebutuhan untuk membangun profesionalitas sebagai guru. Dengan internet saya bisa tahu bagaimana hakikat menjadi seorang guru saat ini. Tantangan tantangan yang tidak mudah ini bisa terpecahkan dengan jangkauan sosial media. Para guru yang saling berbagi keluh kesah dalam wadah bisa dirasakan oleh guru lainnya. Bahkan ajang ini juga bisa menjadi forum silaturahmi online yang sangat penting untuk menjawab masalah maslah pribadi pada guru maupun masalah bersama yang berhubungan dengan profesi maupun administrasi. Keseruan ini harganya mahal, namun bisa didapatkan secara gratis di era digital ini.
   

2. Penyediaan sarana belajar multimedia


Masih ingat gak sih istilah CBSA diplesetkan dengan catat buku sampai akhir ?, ya itu dulu karena guru tidak punya pilihan lain untuk menyajikan materi belajar. Sekarang dengan peralatan digital, guru bisa membuat pembelajaran yang sangat menarik dan interaktif sehingga siswa bisa dengan mudah memahaminya. Laptop dan Proyektor sebagai sarana pembelajaran utama di era digital ini, keberadaannya bisa menjadi tulang punggung dalam kegiatan pembelajaran mulai dari menyaji, presentasi, interaksi dan konklusi semuanya bisa menambah kemudahan penyampaan. Dilokasi sekolah terpencil seperti sekolah saya saat ini juga tidak lepas dari penggunaan kedua sarana tersebut. Bahkan guru diharuskan mempunyai laptop sendiri dan harus mampu mengoperasikannya dengan baik.  

Selain sarana dan prasarana berbentuk fisik, diera digital guru juga harus mengenal perangkat lunak atau software. Walaupun saya belum mampu menciptakan aplikasi sendiri baik berplatform windows maupun Android, setidaknya keseruan untuk memilih dan mengoperasikan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan mengajar menjadi prioritas utama. Bayangkan jika hari gini guru gak bisa ngetik soal di Microsoft Word, menghitung nilai siswa menggunakan Microsoft Excel dan membuat Media Pembelajaran di Microsoft Power Point, rasanya nggak seru. Karena disinilah letak kemudahan itu jika mampu mengoperasikannya walaupun hanya dengan 3 aplikasi tersebut. 

Poin ke dua adalah pengalaman sebagai blogger. Catatan panjang bagaimana membangun blog dengan artikel artikel bisa meraih posisi satu adalah ujian berat. Jatuh bangun menjadi mitra periklanan Google juga menjadi tantangan tersendiri untuk mendapatkan penghasilan. Namun ternyata menulis tidak hanya melulu diukur dengan uang. Banyak blogger sukses juga tidak hanya berorientasi kepada penghasilan. Kepuasan menyalurkan hobi adalah pertimbangan utama. Di Blogger adalah situs tempat berlabuh saya untuk menyalurkan tulisan. Situs besutan google ini juga yang membawa saya jatuh cinta pada dunia maya. Menulis yang diawalnya menjadi kegemaran saya, bisa terakomodir melalui blog. Keseruan ini bertambah manakala Domainesia mengadakan lomba blog di ulang tahunnya yang ke 9.

Kesimpulan :


Semua profesi saat ini tidak lepas dari pengaruh modernisasi dan globalisasi. Kamu gak bisa menghindarinya namun harus dihadapi. Menghadapi tantangan era digital selain harus bisa memanfaatkan semaksimal mungkin untuk kualitas diri dan kehidupan kita juga mampu membuang pengaruh negatif yang ada didalamnya, karena disana banyak manusia yang gagal karena teknologi bahkan menjadi korbannya. Gak semua orang bisa sukses di era ini. Dengan memanfaatkan teknologi di era digital ini dengan benar baik system maupun perangkat , disini letak keseruaan itu. 

Baca juga:

loading...
November 10, 2018
This Is The Newest Post
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments